Selasa, 12 Februari 2019

sistem pernapasan dada pada manusia

sistem pernapasan pada manusia

sistem penafasan pada manusia ada dua yaitu;

  • Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini diawali dengan berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada terangkat atau membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembali ditariknya otot antara tulang rusuk ke kebelakang yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.



  • Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini merupakan fase kontraksi otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar

komponen

1. Hidung dan Rongga Hidung
Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan,  tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan. Rongga hidung berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh.
organ pernapasan
2. Tenggorokan (Faring)
Tenggorokan, atau disebut faring, merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.
3. Pangkal Tenggorokan (Laring)
organ pernapasan

Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglottis, yang memisahkan saluran makanan dengan saluran udara.
4. Trakea
Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa. Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.   
5. Bronkus
organ pernapasan
Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Organ ini memiliki 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara.
6. Paru-paru
organ pernapasan
Paru-paru merupakan organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Letaknya berada di rongga dada di atas diafragma. Bentuknya mirip seperti spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya memiliki 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.

gangguan dan kelainan

1. Asma
Asma merupakan gangguan pada saluran bronkus atau bronkiolus yang mengalami penyempitan karena alergi/psikis atau disebabkan adanya otot polos pada trakea yang mengalami kontraksi sehingga saluran trakea menyempit. Penderita asma akan mengalami gejala sesak napas.
2. Sinusitis
Penyakit merupakan gangguan sistem pernapasan akibat adanya peradangan yang terjadi pada sebelah atas rongga hidung (sinus paranasalis). Adapun gejalanya yakni berupa hidung tersumbat, ingus berbau, berwarna kuning hijau dan sakit di daerah sinus yang terserang.
3. Renitis
Renitis merupakan penyakit yang disebabkan peradangan pada rongga hidung sehingga mengalami pembengkakan dan mengeluarkan lendir. Penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya alergi terhadap sesuatu.
4. Bronkitis
Bronkitis merupakan penyakit yang disebabkan adanya peradangan pada selaput lendir, saluran bronkial dan trakea. Seseorang yang mengalami penyakit ini akan mengalami dada nyeri, batuk dan sesak napas.
5. Tonsilitis
Tonsilitis merupakan peyakit yang disebabkan adanya pembengkakan kelenjar limfe di daerah tekak sehingga terjadi penyempitan pada saluran pernapasan. Pembengkakan ini bisa disebabkan oleh bakteri. Gejala bagi penderita penyakit ini antara lain demam, nyeri tenggorokan dan nyeri otot.
6. Tuberculosis (TBC)
Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan karena bakteri Mycobacterium tuberculosa. Penyakit ini bisa menular melalui udara. Penderita akan mengalami peradangan pada dinding alvelous sehingga difusi O2akan terganggu.
7. Emfisema
Emfisema merupakan penyakit pernapasan yang terjadi karena adanya perobekan pada alveolus sehingga daerah pertukaran gas menjadi lebih kecil.
8. Dipteri
Dipteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphterial yang mengakibatkan adanya penyumbatan oleh lendiri pada bagian laring dan bronkusnya. Pada penderita tingkat lanjut, maka si penderita dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh bahkan bisa berakibat meninggal dunia.
9. Asfiksi
Asfiksi merupakan gangguan pernapasan pada saat proses pengangkutan oksigen.
10. Pneumonia
Pneumonia merupakan gangguan pernapasan dimana bagian alveolus terisi banyak lendir yang disebabkan terinfeksinya dinding alveolus oleh bakteri.
11. Pleuritis
Pleuritis merupakan peradangan pada pleura. Penderita pleutiris akan mengalami sakit ketika menarik napas.
12. Diptasi
Diptasi merupakan gangguan pernapasan dimana faring atau laring terinfeksi oleh bakteri Corynebacterium diptherial sehingga laring atau faring mengalami penyumbatan.
13. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)
SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) merupakan sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Gejala yang ditimbulkan antara lain muntah, batuk dan demam tinggi.
14. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru disebabkan oleh kelainan sel pada epitel bronkial. Sel ini kemudian akan tumbuh dengan cepat sebagai tumor ganas. Penyebab kanker diantaranya adalah merokok.
cara mencegah dan merawat
1.    Menjaga udara tetap bersih dan terbebas dari polusi udara wajib dilakukan, karena lingkungan yang bersih sangat mempengaruhi nilai kesehatan yang terkandung dalam udara yang kita hirup setuiap hari.

2.    Berolahraga dengan teratur.
Kurang berolahraga dapat menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar sehingga nutrisi bagi sel-sel, jaringan dan organ tubuh sangat kurang. Senam, joging, bersepeda atau berenang bisa membantu meningkatkan kapasitas paru-paru untuk menghirup dan menahan udara lebih lama.

3.    Memperbanyak vertilasi udara di dalam ruangan.
Vertilasi udara sangat penting dalam pertukaran udara di dalam ruangan, karena apabila pertukaran udara sangat sedikit maka udara segar yang kita hirup pun akan semakin sedikit.

4.    Biasakan diri untuk menarik napas dalam-dalam
Menarik napas dalam-dalam dapat membuat paru-paru tidak kekurangan udara bersih untuk dialirkan pada seluruh jaringan tubuh.
Cobalah untuk tarik nafas dalam-dalam, lalu tahan sebentar kemudian keluarkan. Lakukan selama 1 menit, maka paru-paru dapat menerima pasokan udara lebih banyak dari biasnya.

5.    Makan sayur dan buah
Sayur dan buah merupakan sumber antioksidan terbesar yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang dapat membuat jaringan tubuh menjadi rusak. Dengan mengkonsumsi buah dan sayur seperti apel, tomat, jeruk, brokoli, kol dan lain sebagainya dapat mencegah radikal bebas yang dapat memicu radang paru-paru.

6.    Tidur 7-8 jam
Istirahat yang cukup sangat penting agar sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik.
Saat tidur tubuh akan mengembalikan dan merehabilitasi kerja  semua sel-sel tubuh. Termasuk jaringan yang dapat menghasilkan sel-sel kekebalan tubuh.

7.    Menggunakan masker atau penutup hidung
Biasakan menggunakan masker saat pergi berkendara menggunakan sepedah motor merupakan salah satu pencegahan terbaik agar udara kotor tidak masuk ke paru-paru, yang dapat mengakibatkan terjadinya peradangan pada paru-paru.

8.    Tidak merokok
Merokok merupakan salah satu pemicu timbulnya berbagai macam penyakit pada paru-paru, karena ada ribuan toksin dalam rokok bisa tertinggal dalam paru-paru.
Dampak yang ditimbulkan rokok tidak hanya terjadi pada perokok aktif, akan tetapi berdampak juga pada orang-orang yang berada disekitar perokok tersebut.

9.    Menghindari makanan yang beralkohol
Minuman beralkohol dapat menyebabkan sesak napas, mabuk bahkan dapat menghilangkan kesadaran.

10. Melakukan pemeriksaan medis yang teratur
Pemeriksaan yang teratur bertujuan untuk membantu mendeteksi masalah paru-paru sejak awal. Pemeriksaan dini ini merupakan suatu upaya pencegahan atau preventif yang sebenarnya jauh lebih murah dibandingkan upaya pengobatan ketika mengalami sakit paru-paru.
Dengan pemeriksaan tersebut kita bisa mendeteksi dini dan mengetahui tingkat resiko terkena penyakit paru-paru.




0 komentar:

Posting Komentar